<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d11454894\x26blogName\x3dlife+goes+on\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dTAN\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://bogablogger.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://bogablogger.blogspot.com/\x26vt\x3d6766887043850976146', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
 

Cara Jepang belajar dari kekalahan

Friday, September 16, 2005
Lepas sudah bulan Agustus. Bulan yang sarat dengan sejarah bagi banyak bangsa di dunia. Bila rakyat Indonesia di seantero negri memperingati bulan ini sebagai sebuah perayaan kemerdekaan. Mungkin sama halnya dengan rakyat USA dimana mereka menyambutnya dengan suka cita sebagai sebauah moment kemenangan dalam Perang Asia Pasifik 60 tahun yang lalu.

Tapi mungkin lain bagi rakyat Jepang. Bukan sekedar peringatan ataupun peristiwa bersejarah yang ada dalam bulan Agustus ini. Bukan sekedar moment dan kejadian masa lalu yang didengungkan. Dibulan ini mereka akan banyak merenung, memikirkan kembali dan menengok masa lalu sambil introspeksi mengambil pelajaran dari apa yang terjadi.

Kesan yang dapat ditangkap dari berbagai media koran dan televisi, kiranya mereka ingin memberikan makna bagi pengorbanan puluhan ribu tentara dan pelajar yang tewas di kepulauan Okinawa, Jepang selatan. Juga ratusan ribu rakyat sipil yang tewas bukan hanya di Hiroshima dan Nagasaki bahkan di seantero Jepang.

Kekalahan, kesalahan dan penistaan atas nilai-nilai kemanusiaan yang dilakukan oleh generasi terdahulu dan orang tua mereka dikaji kembali. Kesalahan dimasa lalu menjadi sebagai sebuah pijakan berprilaku dan bertindak sebagai sebuah bangsa. Sehingga bulan Agustus benar-benar memeiliki makna dalam perjalanan bangsa.

Maka lahirlah sebuah pemahaman bagi generasi kini atas arti kekalahan. Nilai-nilai perdamaian tentunya sangat menonjol dalam setiap pesan yang muncul. Dimana kejayan dan kemakmuran sebuah bangsa ternyata bukanlah dicapai dengan memperkuat pasukan, angkatan perang, kekerasan ataupun terror akan tetapi dengan jalinan persahabatan dan kerjasama. Kenistaan dan kehancuran dijadikan cambuk untuk dapat kembali muncul bersaing sebagai bangsa yang terhormat dengan cara belajar, berpikir positif terhadap kekalahan, terus berjuang dan bekerja keras.

Bagaimana dengan bangsa kita??


Oleh-oleh (Memancing)

Tuesday, September 13, 2005

Bila ada teman yang bertanya apa hobi saya! Memancing mungkin jawaban yang paling sering keluar. Tapi bila pertanyaannya berapa sering pegi memancing? yang jelas setahun terakhir ini pun belum kesampaian.
Beruntung kampung istri saya di Pangkajene dan kepulauan (Pangkep). Sehingga ketika ditanya adik apakah ingin pergi memancing di pulau?? kenapa tidak!! Apalagi lokasinya hanya 1 jam menggunakan perahu motor tempel biasa dan kita sudah sampai di pulau-pulau kecil sekitar Pangkep/Makasar yang masih perawan dan jauh dari polusi.
Bila ditanya apa prestasi terbesar hasil tangkapan? Nanti dulu! karena hobi bermain bola pun belum berarti harus ahli main bola kan!! Apalagi hobi nonton dan komentator bola heheheeh....... Begitupula untuk memancing menurut saya!! Ikan seberat 3 kg pun sering saya dapat!! Tapi prestasi itu saya ukir di kolam ikan belakang rumah!! Kalau di laut atau sungai? Yach menurut saya tergantung tempatnya..kalau laut atau sungainya biasa-biasa saja...... saya akan tekun memacing sampai memperoleh hasil. Tetapi bila tempatnya indah dan exsotis seperti selat Bali atau sekitar Pulau Karangrang dan Mustika Langka (Pangkep), saya kira rugi menghabiskan hari dengan memancing hehehe.... Maka saya lebih memilih buka baju, trus terjun....berenang dan bermain dengan ikan. Bila ditanya hasil pancingan!!! bukankah disekitar pantai banyak nelayan yang lebih profesional dan membutuhkan ikan tangkapannya untuk dibawa pulang..............................


Oleh-Oleh (Sarana Umum)

Monday, September 12, 2005
Ketika ditanya apa oleh-oleh pulang kampung beberapa waktu yang lalu? saya sempat terhenyak! Karena secara fisik barang yang dapat dibawa pun sangat terbatas sekitar 25 Kg per orang. Itupun sudah sesak dengan quota bumbu-bumbu, indomie dan aneka macam makanan kering khas kampung heheheheh
Tapi keterbatasan dalam kuantitas ini untungnya dapat tertutupi dan sangat sedikit jika dibandingan dengan oleh-oleh immaterial lain yang kami bawa pulang.

Tidak percuma perjalanana international 12 jam putus-putus -naik-turun- yang mirip bis kejar trayek dari bandara international Fukuoka via Taiwan-Hong Kong-Singapore sebelum tiba di Jakarta. Maski perjalanan yang ditempuh sangat panjang dan melelahkan. Alhamdulillah kami masih diberi keselamatan untuk dapat menempuh jalur darat dan udara domestik Jakarta-Purwokerto lanjut ke Malang-dan balik Purkokerto-Jakarta sebelum meneruskan ke Jakarta-Makasar – Pangkep dan pulang melalui jalur Makasar-Surabaya, sebelum balik melanjutkan penerbangan international via Hong Kong. Tour yang melelahkan, medebarkan tapi juga menyenangkan karena namanya juga Mudik. Banyak kesan yang kami dapat dalam liburan tahun ini antara lain mengenai sarana transportasi dan fasiltas umum negeri kita tercinta.

1.Kesan kami, sarana transportasi kita kita sungguh minim dan makin amburadul saja.
Contoh kecil, bandar udara yang merupakan pintu halaman dan muka negeri kita masih semrawut dan minim fasilitas ditambah aparat yang bertugas pun kurang simpatik dan berkesan bukannya menolong pengguna jasa tetapi malah mencari keuntungan sendiri tanpa perduli tugas dan fungsi mereka. Hal yang lebih parah bisa dijumpai di stasiun kereta dan terminal yang sesungguhnya merupakan urat nadi segala kegiatan masyarakat. Pertanyaan saya dimana mata dan hati para pengelola saran transportasi di negeri kita? Tuan tuan petinggi dan pejabat yang juga menggunakan sarana tsb setiap hari!! Ini baru tempat penumpang berkumpul, belum menyentuh substansi transportasi-nya. Bagaimana dengan kenyamanan berkereta, berkendaraan, keselamatan dan keamanan dll? Jangan bertanya sejauh itu dulu....kita masih membangun kok hehehehheheeh....

2. Fasilitas umum yang ada kayaknya gak ada perubahan dalam 10 tahun terakhir ini deh. Padahal jumlah orang makin banyak, teknologi meningkat dll. Tapi kok belum ada perubahan kea rah yang lebih baik untuk WC, taman, kebersihan tempat umum, jalan dan ketertiban pengendara dll.

3. Tentunya kami tidak mau keindahan pulang kampung terganggu dengan hal diatas. Kami sangat mencintai kampung halaman, sanak famili, teman dan lain-lain. Kenyatannya mereka sangat membantu sekali masa liburan ini. Kemanpun pergi baik untuk research, berlibur, survey dll mereka selalu mengantar jemput, meminjami mobil, motor, perahu, akomodasi, membelikan tiket dll. Yang tidak kalah penting informasi tentang lokasi dan objek yang harus kita kunjungi baik tempat makan, hiburan dll. Ini tentu menjadi nilai plus bagi kepulangan tahun ini sehingga terasa maksimal dalam melewatinya. Di manapun bila ada saudara, kawan ataupun kenalan kita bisa menggunakan fasilitas mereka dengan santai dan nyaman. Pengalaman sewaktu mengunjungi Pulau Karangrang, meskipun harus 1 jam menggunakan perahu tempel dari kota Pangkep (....kebetulan mengikuti saudara yang sedang bertugas disana jadi bisa ikut sekalian numpang pergi...). Di pulau yang cukup exsotis tsb banyak juga kenalan keluarga istri. Merekapun dengan senang meminjamkan sampan, menyediakan ikan dan makanan lain, bahkan kami bisa bermalam di rumah pak camat pulau tersebut yang menjamu dengan suka cita.

Bagaimanapun juga, dengan kondisi negara kita yang masih berantkan pun, kami masih enjoy dan sangat menikmati tour di negeri kita sendiri.........