Stobu


Di setiap Negara yang mempunyai musim dingin, pasti punya cara lain mengatasi musim dingin ini. Di Jepang selain menggunakan AC penghangat, juga menggunakan stobu. Di semua toko elektronik di Jepang di awal musim dingin mulai di jual berbagai jenis Stobu. Mulai dari listrik sampai yang menggunakan minyak tanah.
Stobu sebenarnya berasal dari bahasa Inggris stove atau kompor, tetapi karena bahasa Jepang tidak punya lafal yang berakhiran konsonan, sehingga lafal stove, berubah jadi stobu. Sama halnya kalau mereka menyebut lafal red berubah menjadi reddo.
Selama tiga tahun lebih tinggal di Saga, tak terasa kami pun mengoleksi bermacam – macam Stobu. Ada yang kami beli dari toko seken (Chuko), ada yang baru ada pula warisan dari teman yang sudah pulang ke Indonesia. Bulan lalu kami menambah koleksi stobu kami, dengan membeli stobu baru yang memakai minyak tanah. Alasannya selain jauh lebih hangat daripada stobu dari stobu listrik, kami pun bisa masak air di atasnya, lumayan bisa memanfaatkan energi yang terbuang. Akhirnya stobu minyak tanah ini jadi stobu inti kami ,stobu yang lain di tempatkan di setiap ruangan dan hanya di nyalakan sesaat saja.

Ini stobu inti yang menggunakan minyak tanah. Kami letakkan di ruang utama. Persis seperti kompor. Digunakan hampir setiap saat kecuali waktu tidur. Untungnya pemanas ini tidak mengeluarkan bau seperti kompor yang biasa digunakan ibu-ibu di Indonesia heheheheheh....


Ini pemanas yang paling umum digunakan. Menggunakan filamen dan listrik. Jumlah filamennya bisa ber macam-macam dari satu sampai 4 buah dan setiap batangnya menggunakan daya 400 w.
Biasanya kami letakkan di dekat meja komputer atau meja makan

Pemanas ini menggunakan filamen dan kipas. jadi angin yang keluar sangat hangat dan nyaman. Daya yang digunakan 1200 w.
Saat ini kami letakkan di depan pintu toilet heheheh.......

Ini alat pemanas yang paling efisien dan nyaman. Menggunkan kombinasi Minyak untuk pembakarnya dan listrik untuk kipas. Angin yang dikeluarkan sangat besar dan hangat. Karena sudah lama dipakai saat ini alat ini kami gunakan untuk memanasi dapur.
Nah ini variasinya dan saat ini kami simpan sebagai cadangan...siapa mau....




Comments
terlalu mahal kah?
jadi tau deh bentuk² nya
maklum blom pernah kesana sih :)
aku mau stobunya ya kalo pulang ke indo, buat ganti kompor ibu di rumah ;)
kalo musim gugur disini, rasanya seperti hawa pegunungan di indonesia, sayangnya di sini gak ada musim durian ya...heheheeh
mengenai stobu, kebetulan apartemen kami engga support untuk pemanas gas, jadi kami hanya pakai listrik dan minyak tanah.
hehehe didaerah pegunungan juga lumayan dingin.
intan
note: cawang = tempat jual kompor sumbu
Tapi kalo barang electronic jepang katanya gak bisa dipakai di luar Jepang yah ?
Trus foto pertama diatas (yang sakura) Masha Allah! Indaaaah banget.. kyk lukisan!
Bagus juga ya kalo bawa satu contoh stobu nya ke cawang heheheh, buat nya mudah kok kayak kompor biasa ....
Barang elektronik jepang rata2 tegangannya 110 v, makanya gak bisa dipakai di Indonesia misalnya.
Foto yang pertama pas diambil waktu musim gugur, namanya pohon momiji atau maple. Warnanya indah memang. BTW foto mba Mossaz juga cantik (yg jilbab merah) hehhe
Tapi omong-omong AC di sini yang banyak beredar merk Jepang loh.